Candi Plaosan “Temple of Great Interest Visit”

Pada hari minggu, 8 Februari 2015 Saya berkesempatan mengunjungi Candi Plaosan Lor dan Plaosan Kidul. Kedua candi ini terletak di Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Candi ini diperkirakan di bangun pada abad ke-9 M oleh Pramodyawardani, putri raja Samaratungga dari bangsa Syailendra.

Pertama kali datang kesini yang saya rasakan adalah rasa takjub. Iya rasa takjub sekaligus kagum, berbagai candi berjajar rapi di sini. Di sini terdapat dua candi utama, yaitu candi utama utara dan candi utama selatan. Kedua candi ini memiliki bentuk yang kurang lebih sama sehingga Candi Plaosan Lor ini dikenal dengan candi kembar.

candi utama utara (Anismisme Al Hidayah)

Gambar Candi Utama Utara (Anismisme Al Hidayah)

Di halaman candi banyak terdapat puing – puing yang tertata rapi dan apik pada tempatnya. Tampaknya dahulu puing – puing ini berasal dari candi – candi perwara dan stupa yang mengelilingi kedua candi utama. Walaupun tidak dapat di pungkiri bahwa masih terdapat beberapa candi perwara dan stupa yang masih berdiri kokoh.

Candi Utama Selatan (Anismisme Al Hidayah)

Gambar Candi Utama Selatan (Anismisme Al Hidayah)

Bila kita cermati, ada yang unik dari candi ini yaitu terdapatnya candi kecil dan stupa. Menurut berbagai informasi, candi ini merupakan kombinasi antara unsur hidu dengan budha. Konon menurut cerita Candi Plaosan lor ini di bangun dengan kekuatan cinta. Candi Plaosan Lor ini ada kaitannya dengan Candi Plaosan Kidul dimana Candi Plaosan Lor ini dibangun pada masa Pramodyawardani dari bangsa Syailendra yang beragama Budha sedangkan Candi Plaosan Kidul sendiri di bangun pada masa Rakai Pikatan dari bangsa Sanjaya yang beragama hindu. Kedua insan ini lalu menikah.

Bila hal tersebut benar adanya, maka saya sangat terpesona dengan keadaan seperti ini. Sekaligus berpendapat bahwa Candi Plaosan ini merupakan hasil karya yang romantis dalam sejarah.

plaosan_Anis_2 Plaosan_Anis_3 Plaosan_Anis_4

Gambar Candi Plaosan (Anismisme Al Hidayah)

Hiasan rumput lapang di sekitar halaman Candi utama ini menambah nilai tersendiri. Bersih, terawat, dan cukup rapi. Tak heran bila banyak para pengunjung yang melakukan aktifitas berfoto ria di kompleks candi ini, begitu juga dengan saya. Saya pun sangat senang sekali bisa menginjakkan kaki saya di sini. Berbagai ekspresi pun saya lakukan.

plaosan_Anis_5 Plaosan_Anis_6

Ekspresi Sahabat Ilalang (Anismisme Al Hidayah)

Ayunan langkah saya semakin cepat karena rasa penasaran saya terhadap apa yang ada di dalam candi utama ini. Dalam hati bertanya – tanya dan menduga – duga mungkin hanya sebuah patung seperti yang terdapat di candi prambanan. Rasa penasaran saya terjawab sudah, dua buah patung yang saling berdampingan yang terletak sebelah timur. Patung di sini tentunya berbeda dengan apa yang ada di Candi Prambanan.

Plaosan_Anis_7

Salah Satu Patung di Candi Plaosan (Anismisme Al Hidayah)

Di sebelah utara dari Candi Utama Utara ini terdapat spot yang tidak kalah menariknya. Terdapat sebuah selasar terbuka yang biasa dikenal sebagai Mandapa dengan berbagai Arca budha.

Plaosan_Anis_8

Selasar Terbuka (Anismisme Al Hidayah)

Puas menikmati Candi Plaosan Lor ini, segeralah saya langkahkan kaki menuju Candi Plaosan Kidul. Candi Plaosan kidul sendiri terletak tidak jauh dari Candi Plaosan Lor yakni sekitar kurang lebih 50 meter saja. Inilah salah satu penyebab mengapa saya mengunjungi Candi Plaosan Kidul ini.

Plaosan_Anis_9

Prasarana Candi Plaosan Lor (Anismisme Al Hidayah)

Berbeda dengan candi Plaosan Lor yang masih berdiri megah Candi utamanya, candi utama di Candi Plaosan Kidul ini tampaknya tinggallah reruntuhannya saja. Selain itu Candi Plaosan kidul ini memiliki halaman yang lebih sempit bila dibandingkan dengan Candi Plaosan Lor. Walaupun begitu bukan berarti Candi ini tidak menarik untuk dikunjungi. Adanya perbedaan relief justru dapat menambah nilai tersendiri bagi siapa saja yang mengunjunginya.

Plaosan_Anis_11

Plaosan_Anis_10

Candi Plaosan Kidul (Anismisme Al Hidayah)

Sejauh mata saya memandang, yang tampak di sini hanyalah beberapa candi perwara yang mempunyai ukuran yang kurang lebih sama dan keeping – keeping batuan candi yang terletak pada tempatnya namun tidak berbentuk.

Plaosan_Anis_12 Plaosan_Anis_13

Candi Plaosan (Anismisme Al Hidayah)

Tidak seperti pada Candi Prambanan maupun Borobudur, pengunjung Candi Plaosan bisa di bilang masih sepi. Hanya terdapat beberapa pengunjung saja waktu itu yang menikmati bangunan bersejarah ini. Padahal Candi Plaosan terletak tidaklah jauh dari Candi Prambanan yakni sekitar 2 Km kearah timur. Dengan menilik nilai sejarah dari kadua candi ini, maka Candi ini patut diperhitungkan untuk dikunjungi bila Sahabat Ilalang berkunjung ke Klaten atau Yogyakarta. Sampai jumpa.

Artikel By Sahabat Ilalang Travelling (Anismisme Al Hidayah)

669 Total Views 1 Views Today
Posted in Traveling.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *